Ganti Judul dan ALt sendiri

5 Pilihan Cemilan Untuk Menemani Bekerja


        Bulan September telah pergi, dan kita menyaksikan pandemi belum berakhir. Hal ini menuntut beberapa orang untuk masih bekerja dari rumah. Sebagian yang lain juga terpaksa untuk bekerja ekstra lebih dari biasanya. Nglembur dan begadang sudah akrab dan menjadi sahabat sehari-hari.

    Salah satu hal yang harus kita perhatikan meskipun kita bekerja lebih adalah asupan untuk tubuh kita harus cukup. Selain makan makanan sehat 3 kali sehari, kita juga terkadang perlu menambah suplemen lain untuk menjaga daya tahan tubuh. Kalau bisa jangan sampai sakit ya, teman-teman. Karena saat ini kesehatan itu mahal harganya, hehehe.

    Untuk menambah semangat kita ketika nglembur atau bekerja, menyiapkan camilan itu boleh-boleh saja, asalkan tidak berlebihan dan kalau bisa pilih yang sehat-sehat. Tetapi, mungkin karena keterbatasan waktu, kita tidak sempat mencari kesana kemari, beberapa camilan yang sederhana dan murah meriah bisa menjadi pilihan.

    Nah, di bawah ini ada beberapa pilihan cemilan untuk menemani teman-teman sekalian mengerjakan tugas atau melembur pekerjaan. Apasajakah mereka itu?

Pertama, Pukis 

Jujur saja, siapa teman-teman yang suka tergoda kalau melewati penjual pukis yang baunya semerbak dalam jarak satu meter? Wangi dari santan berpadu dengan gula, mentega sangat cocok menjadi teman ngelembur di sore/malam hari. Apalagi ditambah dengan teh hangat yang nasgitel. Dijamin maknyus! untuk sebuah pukis, berkisar antara 3.000 s.d. 5.000 rupiah. Yakin deh, makan satu atau dua saja menurut saya sudah cukup, hihihi.

Kedua, Donat

Donat memang identik disandingkan dengan kopi. Snack ini tidak hanya disukai oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dari masa ke masa, donatpun kian bervariasi, tidak hanya yang rasa manis saja, tapi juga ada varian gurihnya. Ini mungkin salah satu cemilan yang patut kita coba. Untuk donat kampung, harganya berkisar antara 1.000 s.d. 3.000 rupiah. Kalau donat yang dijual di bakery, biasanya lebih mahal, bisa sampai dengan 8.000 rupiah per bijinya.

Ketiga, Salad Buah

Kalau teman-teman ingin yang sehat-sehat, salad buah bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Padu padan buah yang segar, ditambah mayones dan susu kental manis pas sekali mendinginkan kepala yang terasa berat, wkwkwk. Tetapi, biasanya salad buah dijual dalam kemasan yang agak besar, dan bisa dimakan untuk beberapa anggota keluarga yang lain. Sebuah salad buah dalam kemasan kecil biasanya 25 ribu hingga 40 ribu rupiah.

Keempat, Rujak

Saya teringat rujak kalau lagi di kampung. Jaman dulu, ada bapak-bapak yang membawa gerobak dorong menjajakan rujak serut. Jadi, buah tidak hanya dipotong tetapi diserut, dan bercampur dengan kencur dan gula merah. Tapi, kalau rujak memang nikmatnya dimakan sore hari atau siang hari. Untuk sepiring rujak, harganya berkisar antara 10.000 s.d. 15.000 rupiah.  

Kelima, Gorengan

Gorengan mungkin telah dinobatkan menjadi makanan sejuta umat Indonesia, hahaha. Bisa ditebaklah siapa yang tidak suka dengan gorengan ini. Pilihan yang bermacam-macam dari bakwan, tempe goreng, tahu goreng, singkong goreng, dll. Entah kenapa ya, orang Indonesia suka yang digoreng-goreng. Gorengan juga pas dimakan bersama dengan teh hangat atau kopi pahit, dijamin mata langsung melek dan siap kebut! Untuk cemilan yang satu ini, kita harus siapkan rem sebelum memakannya. Karena biasanya tak cukup satu ya, teman-teman. Harganya juga paling murah dibandingkan yang lain. Untuk sebuah gorengan bisa 1.000 rupiah.

Keenam, Dimsum

Dimsum adalah cemilan yang berasal dari masyarakat Tiongkok. Jaman dahulu, orang tiongkok suka menyantap dimsum pada sore hari, tapi tidak dianggap sebagai makanan berat. Nah, kalau teman-teman sedang bosan dengan satu menu dan ingin yang berbeda, mencoba dimsum juga bisa menjadi salah satu pilihan. Harganyapun tidak terlalu mahal, satu porsi isi 5 antara 15-20 ribu.

Nah, menurut teman-teman sendiri memilih yang mana diantara keempat cemilan di atas yang sering menemani mengerjakan tugas atau lembur? Pilihan yang manapun, yang penting prinsipnya adalah jangan berlebihan yak, pertengahan saja. Dan yang paling penting adalah tugas kita selesai, lembur kita paripurna. 

Post a Comment