Ganti Judul dan ALt sendiri

Merdeka Di Tengah Pandemi

Merdeka di tengah pandemi. Menurut teman-teman sekalian, apakah arti merdeka itu? Apakah kemerdekaan diartikan sebagai bebas bergerak kemana saja? Saya teringat akan sebuah artikel dalam suatu majalah. Bebas artinya kendali diri. Jika kita bebas, berarti kita harus bisa mengendalikan diri sendiri. Merdeka itu bukan berarti kita melakukan apapun tanpa batas. Istilahnya ngeblong. Tapi, merdeka itu kita harus tau kapan waktu untuk bergerak dan kapan waktu untuk berhenti. Kita menyadari sepenuhnya. Bukan karena didorong atau dipaksa oleh orang lain.

Masa pandemi yang masih berlalu hingga melewati setahun setengah, membuat orang semakin jengah. Rasanya tak sudah-sudah. Apa-apa harus dikerjakan di rumah. Tapi ya harus bagaimana lagi, semua sudah merupakan lukisan tinta-Nya, yang harus kita ikuti.

Ada yang mengatakan, pandemi ini memberikan banyak berkah yang terselubung. Bagi ibu-ibu bekerja, seperti mendapat sebuah kesempatan bekerja sambil mengurus rumah. Selain itu, semua kegiatan yang dulunya harus dilakukan secara fisik, sekarang dalam waktu sejam pun bisa diselenggarakan acara dengan menghemat biaya dan tenaga. Tentu saja, esensinya tercapai.

Meskipun demikian, sisi lain dari adanya pandemi tak dapat dipungkiri. Banyak orang kehilangan pekerjaan, mengalami lay-off, dan harus gulung tikar. Gerai-gerai toko baik di kota besar ataupun pedesaan, tak sedikit yang memasang tanda "close". Dan pernah dalam satu media, dari sektor perhotelan sudah nyungsep, memasang bendera putih.

Coba kalau kita lakukan flash back ke belakang, akankah terbayang bahwa kita semua melewati ini semua? Saya rasa hanya sedikit dari kita yang akan membayangkan hal-hal di luar kebiasaan ini. Dengan melihat semua ini, sisi buruk dan sisi baik adanya pandemi, seharusnya memberikan kita pelajaran. Bahwa, kita tak bisa sepenuhnya bebas tanpa kendali.

 

Post a Comment