Ganti Judul dan ALt sendiri

Bertahan

 


Semua hal akan kembali kepada singgasananya masing-masing. Air akan mengalir sesuai dengan muaranya. Matahari akan tenggelam jika sudah waktunya petang. Burung akan kembali kepada sarangnya. Begitu juga dengan kejadian malangmu.

Akan ada saat dimana, kamu akan menertawakan saat-saat panik. Akan ada saat kamu merindukan masa-masa pahit. Tatkala air mata sudah menjadi sahabat karib. Tatkala hati menjerit namun tak bisa bersuara.

Ya, kita hanya menunggu putarannya saja, kawan, percayalah. Semua sudah ada waktu dan tempatnya masing-masing.

Ketika saat ini harapanmu tak dapat terwujud. Semua rasanya tak mungkin. Impianmu yang tinggi jatuh ke bumi. Harapan seolah telah sirna. Jangan berhenti. Nikmati saja prosesnya. Biarkan taqdir-Nya bekerja.

Jangan biarkan emosinya menguasaimu barang sesaat. Jangan pernah menyerahkan dirimu kepada dirimu sendiri barang sedetik. Yakinlah dan berdoalah.

Usahamu hanya perlu sedikit lebih keras.

Ibadahmu hanya perlu sedikit lebih khusyuk.

Sedekahmu hanya perlu sedikit lebih banyak.

Imanmu hanya perlu lebih sering kau perbarui

Dosamu… mungkin perlu kau ingat lagi.

Berapa banyak orang yang telah kau sakiti? Berapa banyak janji yang belum engkau tunaikan? Berapa uang yang kau Tarik Kembali dari rencana sedekahMu, yang bisa jadi adalah rejeki orang lain?

Wahai jiwa-jiwa..Sadar dan bertaubatlah dengan sebenar-benar taubat.

Tunggulah, dan tetap bersabar, teguhkan hatimu.

Jangan berbalik ke belakang.

Tunggu sebentar lagi.

Bersabar sekejap lagi.

Berdoa sekali lagi.

Bisa jadi, Allah akan memberikan hadiah terbaik-Nya tatkala kamu sudah siap untuk menerimanya. Ya?

Kalau belum dipenuhi saat ini, mungkin ada hal-hal yang buruk akan menimpamu, yang hanya Dia yang tahu. Kalau langsung diberi saat ini, bisa jadi kamu akan lalai dan lupa untuk mendekat kepada-Nya. Dia ingin dekat denganmu. Dia ingin mendengar doamu lagi. Dia ingin kamu naik kelas, bukan seperti jalan yang biasa orang lalui.

Percaya, takdirmu adalah sebaik-baik takdir. Tak usah melihat rumput tetangga. Nasib orang tidak sama. Jika kini kamu merasa seakan-akan menjadi orang paling menderita sedunia?

Ingatlah anak yang bingung mau makan apa yang ada di bawah kolong jembatan.

Ingatlah anak yang tidur terlelap Bersama ibunya di atas dorongan sampah sambal memungut bekas air mineral yang sudah terlempar ke tong sampah.

Ingatlah seoarng bapak tua tukang becak yang masih mengayuh sekian ribu langkah lagi untuk mendapatkah rejeki lima puluh ribu rupiah.

Dan… terlalu banyak lagi yang harus kau ingat di sekelilingmu.

Betapa kini banyak alasan untukmu bersyukur. Jadi, tetaplah bersyukur, bertahan, dan pegang mimpimu. Teruslah berbuat baik. Teruslah menebar kebaikan. Teruslah beramal untuk mendekatkan mimpimu agar menjadi kenyataan.

Post a Comment