Ganti Judul dan ALt sendiri

5 Langkah Pengembangan Diri Bagi Ibu Muda, Apa Saja?

Semangat pagi Junkeisea-ers, bagaimana kabarnya hari ini? Kali ini aku ingin sedikit menulis opiniku tentang bagaimana seorang ibu muda,bisa mengembangkan diri di tengah dunia yang penuh distraksi ini. Disadari ataupun tidak secara langsung, di era internet of things saat ini telah mengubah perilaku kita khususnya para ibu muda.


Perubahan ini bisa jadi berasal dari konsumsi kita akan internet, yang bisa dibayangkan dalam berapa jam perhari kita berhadapan dengan internet. Perubahan positif atau negatif yang terjadi? Hal ini menjadi perhatian kita, para ibu muda.

pengembangan-diri-junkeisea


Kalau yang mimin rasakan, emosi ibu sangatlah mudah bergejolak. Mood swing. Mudah marah marah, kurang sabar, dan ingin segalanya cepat selesai. Setelah dilakukan evaluasi dalam diri, memang permasalahannya adalah diri yang sudah terkontaminasi dengan internet dan segala standar pergaulannya, yang menciptakan ekspektasi tersendiri. Aku seharusnya bisa begini, anakku harus bisa begini, suamiku harus begini, dan selanjutnya sampai akhirnya kita terpentok oleh realitas kehidupan yang harus dijalani.

Halo halo.. bangun dari tidurmu ibu muda! Kamu bukan di negeri khayalan. Kamu ada di realitas. kamu mungkin punya cita cita untuk digantungkan, tapi tidak semua harus seperti mereka.

 Ya. Kita punya kehidupan kita sendiri, dan mereka punya permasalahannya sendiri. Tidak udah disamakan. Maka, langkah pertama adalah kita harus pintar pintar refleksi dan muhasabah. Sebenarnya aku siapa, kenapa aku ada disini… Analisis SWOT tentang diri kita. Dalam sebuah buku disebutkan bahwa menggambarkan self portrait membuat kita menyadari bahwa seperti apa sih kita? Jangan-jangan,kita terlalu sering melihat aktris medsos, hingga lupa siapa kita sebenarnya. Jangan-jangan, kita terlupa dengan apa yang kita miliki, dan apa yang tidak kita miliki.

Pentingnya Mengetahui Batasan Diri Bagi Ibu Muda

Setelah kembali dari mimpi kita yang panjang, maka berikutnya adalah menyadari.. Apa yang berada di dalam garis kita, aap yang di luar garis kita. Tidak perlu memaksakan diri, harus bisa segalanya, harus bisa semuanya, hays menyenangkan semua orang. Tuhan menciptakan kita dengan kekurangan, kita manusia biaasa. Kita enggak hebat, Dia yang memampukan kita..


Bagi ibu muda, menyadari keterbatasan penting adanya. Penting untuk tahu, sejauh mana pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan, dan sejauh mana yang biisa didelegasikan.

Jangan melupakan prioritas

Apakah ibu nomor satu mencari penghasilan? Apakah ibu nomot satu yang mendampingi anak? Apakah ibu yang harus hadir mengambil rapot di sekolah anak? Jawabannya kembali ke prioritas ibu masing-masing.

Setiap keluaraga punya kondisi yang berbeda, dan pastinya prioritasnya berbeda.

Satu hal yamg harus dicatat, bahwa ibu jangan berhenti mengembangkan diri. pengembangan diri ini pentig, karena ibu adalah pendidik. Pengembangan diri bagi ibu tak lekang oleh waktu, dan tak berhenti putaran zaman. Menginginkan anaknya baik sementara perilaku sang ibu maish begitu begitu saja, sepertinya klise.

pengembangandiri-junkeisea 

 

Langkah Pengembangan Diri Bagi Para Ibu Muda

Lalu bagaimana cara agar para ibu muda bisa mengembangkan diri?

1. Aktif menimba ilmu


Cara pertama bagi ibu mengembangan diri adalah sering ikut acara yang mengandung ilmu di luar. Baik acara keagamaan maupun acara peningkatan kesehatan mental ataupun pengembangan diri lainnya.

Saat ini sudah banyak sekali event yang bertebaran di internet, baik gratis maupun berbayar. Saranku, sebelum ikut, pastikan kita sudah sreg. Jangan sampai sudah bayar tapi berhenti di tengah jalan

2. Ikut beragam komunitas

Baik komunitas online maupun offline, saat ini banyak yang bisa dijumpai. Jika ibu suka menulis, banyak komunitas seperti ODOP, ISB, BRT network, dan sebagaimanya.

Dengan mengikuti komunitas seperti ini akan memperluas jaringan pertemanan kita dan memperluas wawasan. Selain itu bertemu dengan orang dari berbagai macam background mengajarkan kita untik belajar berlapang dada.

Komunitas parenting juga sudah ada di internet, seperti School of Parenting, Tentang Anak, dsb.

3. Budayakan membaca

Baca baca baca. adalah hal utama yang ahrus ditanamkan dalam diri seorang ibu. Seringkali ibu mengajarkan untuk belajar membaca pada anaknya, namun seringkali ia lalai dan terlupa bahwa itu juga harus dilakukan olehnya.

4. Tekuni Hobi

Meskipun berkutat dengan pekerjaan rumah tangga dan sebagian ibu muda masih ada yang bekerja di luar, tidak ada salahnya mengembangkan diri melalui hobi yang disenangi ya Junkeisea-ers. Hobi ibu yang bisa ditekuni saat ini berbagai macam, dari mulai fotografi, desain, merajut, menjahit, memasak, maupun travelling.

Jika ibu memiliki waktu yang sangat singkat dan sepertinya enggak mungkin, menjalani hobi sebagai salah satu me time bisa menjadi opsi. Selain sebagai bentuk refreshing, melakukan sesuatu yang menyenangkan tentu memberikan efek positif bagi kesehatan mental ibu.

5. Self Love: Kunci Pengembangan Diri bagi Ibu

Selain keempat step di atas, satu hal yang tidak kalah penting dalam proses pengembangan diri ibu adalah mencintai diri sendiri atau self love. Sebenarnya, self love bukanlah diartikan sebagai mementingkan ego ibu, tetapi sebagai bentuk kesyukuran ibu atas apa yang dimiliki saat ini. Lepas dari kelebihan dan kekurangan, maka self love ini menjadi latihan yang dapat membuat hidup lebih bermakna dan menjaga ibu tetap sehat mental dan jiwanya.

Beberapa langkah nyata untuk mempraktikkan self love yaitu:

1. Meluangkan waktu untuk me-time

Me-time ini penting dilakukan untuk para ibu. Jangan pernah merasa bersalah untuk mengambil waktu sejenak beristirahat, memberikan hak bagi tubuh untuk jeda.

2. No body's perfect

Ya, tidak semua orang itu sempurna. Maka, ketika kita melakukan kesalahan, baik kepada anak maupun pasangan, jangan lupa mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah sikap yang baik.

3. Dont judge a book from it's cover

Nilai diri kita tidak bergantung pada seperti apa tubuh kita saat ini. 

4. Menghargai usaha kita

Sekeras apapun kita telah berusaha dan mencoba, jangan lupa tetap bersyukur dan menghargai usaha kita sendiri.

5. Set simple goals 

Cara terakhir adalah dengan menetakan tujuan yang simple. Tujuan tidak harus muluk-muluk, capaian seperti berhasil mencuci piring, menjemur baju dan menata rumah dengan rapi sudah menjadi goals kecil yang harus kita apresiasi bagi diri kita sendiri.

 KESIMPULAN

 Pengembangan diri penting bagi para ibu muda, mengingat ibu adalah pendidik dan mempersiapkan generasi penerusnya. Di era sekarang ini, internet perlu diwaspadi karena bisa memberikan efek negatif bagi para ibu. Untuk itu, langkah pengembangan diri perlu dilakukan dan salah satucaranya adalah dengan mencintai diri sendiri atau self love.

 

pengembangan-diri

2 comments

  1. Wah iya,mesti menjadwalkan agenda membaca ini.srringg di anak tirikan dengan dalih,besok2 aja bacanya ada yg urgent. Lama2 ya tidak meluanhkan waktu baca akhirnya.terimakasih udah mengingatkan mbak.

    ReplyDelete
  2. Meski aku bukan ibu muda berguna juga buatku, Kak

    ReplyDelete