Ganti Judul dan ALt sendiri

Menghidupkan Kembali Komitmen (Part I)

Sudah sekian lama, saya merasa tidak menghasilkan apa-apa. Di usia yang menapaki angka kepala tiga, rasanya belum banyak pencapaian yang saya rasakan. Kalau dilihat, bukan hanya pencapaian dunia saja sih yang nampak. Tapi, pencapaian atas diri dalam kita, nurani, ruhiyah, dan jiwa kita. 

Di era pandemi ini, bisa diakui saya lebih banyak memiliki waktu yang lebih luang, dibandingkan ketika saya sebelumnya harus ke luar bekerja secara offline, atau yang sekarang disebut wfo. Lebih banyak waktu di rumah, waktu bersama anak, keluarga, dan waktu untuk diri sendiri. Ya meskipun tidak bisa dipungkiri, tugas pekerjaan belum tentu lebih sedikit. Bisa saja jam kerja malah lebih panjang daripada biasanya.

Untuk itu, saya merasa mulai menata kembali, apa yang ada dalam diri saya. Saya berusaha untuk menghidupkan kembali komitmen, menjadi pribadi yang harus lebih baik lagi, dengan segala limpahan waktu yang terlampau banyak ini. Saya merasa, tidak bisa membuang percuma kesempatan saya berada di rumah lebih lama ini.

Ketika itu, ada sebuah postingan di grup whatsapp alumni sekolah, untuk mengajak kami, mengikuti program one day one juz. Apakah saya pernah ikut sebelumnya? Pernah. Waktu itu saya masih baru baru pindah ke Jakarta, sekitar 2015-an. Tapi, kekurangkonsisteannya saya membuat saya harus undur diri dari grup, dengan dalih ingin lebih memaknai target ini sendiri, membaca perlahan, tanpa terpaku pada jumlah yang harus dibaca tiap harinya.
Lalu kemudian? Sekian tahun, rasanya saya disibukkan dengan kesibukan duniawi T_T, yang kadang membuat saya terlupa bahwa ruh juga harus disentuh secara rutin. Naudzubillah.

Dan kini saya merasa, saya harus menantang diri saya lebih jauh lagi. Saya ingin membuat saya berkomitmen untuk membaca kitab suci umat islam ini, memaksa diri menuntaskan bacaaan secara rutin setiap hari satu juz. Ya, kata pepatah, Berbuat baik harus dipaksakan ya kan?
Jika setiap hari saja, kita mampu menyelesaikan pekerjaan kita, dengan target di kantor, mengapa kita tidak bisa menuntaskan untuk diri sendiri men-challenge diri untuk menuntaskan bacaan al-quran sehari minimal satu juz?


Post a Comment