Ganti Judul dan ALt sendiri

6 Langkah Untuk Membiasakan Anak Menabung Sejak Kecil

   


     Menabung adalah kebiasaan yang baik dan memiliki banyak manfaat. Bukan hanya untuk orang tua, kebiasaan menabung juga bisa ditanamkan untuk anak-anak. Baiknya, kita melatih menabung sedari kecil. Nah, untuk memulai hal ini, ada beberapa cara untuk mengajarkan menabung kepada anak.

Pertama, berikan pemahaman tentang menabung

Mengajak anak menabung sejak kecil tetapi tidak mengajarkan konsep menabung menurut saya kurang baik. Sebelum memberi tahu manfaat menabung, ada baiknya memberi tahu anak-anak dahulu seperti apa menabung. Jelaskan bahwa menabung adalah menyisihkan sebagian uang yang kita punyai untuk suatu keperluan. Kita juga bisa memulainya dengan menentukan tujuan menabung kepada anak terlebih dahulu. Misalnya, anak menginginkan suatu barang, tetapi tidak bisa dibeli untuk saat ini. Maka, jelaskan kepada anak bahwa cara untuk dapat membelinya adalah dengan menabung. Selain itu, mengajarkan kepada anak bahwa menabung untuk berjaga-jaga apabila ada kebutuhan darurat seperti mencukupi anggota keluarga yang sakit juga boleh.

Kedua, latihlah menabung dari uang yang kecil

Untuk memulai menabung, kita bisa menggunakan uang yang kecil. Tidak harus sepuluh ribu rupiah, dua puluh ribu rupiah, atau lima ribu rupiah. Cukup dengan seribu per hari, atau dua ribu perhari untuk anak saya rasa itu sudah banyak. Kita bisa menyebutkan dengan anak, gerakan menabung seribu. Kalau dilakukan rutin setiap hari, wah kita bisa membayangkan akan dapat berapa dalam setahun. Jangan memberi tahu ini kepada anak, agar mereka penasaran sendiri, hehehe.

Ketiga, menggunakan celengan yang disukai anak

Saya teringat jaman kecil dahulu, dibelikan celengan bentuk ayam-ayaman, atau kucing dari tanah liat. Lalu ada lubang tempat memasukkan uang dari atasnya. Atau, ayam-ayaman bentuk tabung dari plastik yang dijual di warung. Harganya mungkin tidak seberapa. Agar anak lebih bersemangat, kita bisa membelikan satu buah celengan yang paling disukainya.

Keempat, ajak anak menabung di bank

Setelah jangka waktu tertentu, uang mungkin sudah terkumpul banyak. Waktu membuka tabungan dengan anak adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh anak biasanya. Aajak anak untuk menghitung seberapa banyak yang telah diperoleh. Kemudian, agar anak melek finansial sejak dini, kita juga bisa mengajarkan anak untuk menabung di bank. Saat ini, sudah banyak program-program tabungan yang bisa dipilihkan untuk anak. Syaratnya tidak sulit, hanya Akta kelahiran atau Kartu Keluarga biasanya. Di bank tertentu, ada jenis tabungan yang tidak memberikan jasa bunga karena memang diperuntukkan untuk melatih anak menabung sejak dini. Agar anak lebih bersemangat, ajaklah membuka tabungan di bank, sehingga ia pun merasa memiliki. 

Kelima, mengajarkan anak mengatur keuangan

Kebiasaan menabung tidak akan berhasil jika kita tidak mengajarkan pula untuk mengatur keuangan mereka. Misalnya, jika kita memberikan uang saku kepada anak lima ribu perhari, kita bisa mengajarkan anak untuk tidak menghabiskan semuanya. Sisakan seribu atau dua ribu untuk ditabung. 

Keenam, jangan lupa mengajarkan berbagi

Setelah langkah pertama dan kelima kita lakukan, langkah yang terakhir tetapi juga penting adalah mengajarkan konsep rejeki. Kita harus memahamkan kepada anak, bahwa uang adalah rejeki yang dititipkan oleh Allah kepada kita. Meskipun kita menyisihkan uang untuk menabung, buukan berarti pelit. Kita pahamkan bahwa dalam rejeki kita ada jatah orang lain yang kita bisa berikan melalui donasi, pengemis, atau orang-orang yang membutuhkan. Mengajak anak untuk membuat program Jumat Berbagi juga menurut saya hal yang baik untuk dilakukan. Dengan beberapa bagian tabungan anak, ditambah tabungan dari kita sendiri, belikan jajanan atau makanan kecil kemudian kita bawa dan berikan untuk orang -orang yang membutuhkan di perempatan jalan. 

Demikianlah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk membangung kebiasaan menabung sejak kecil. Bukan seberapa uang yang telah terkumpul, tetapi mengajarkan anak dan mengajarkan konsep rejeki menurut saya itu penting dilakukan. Saya teringat sebuah penelitian, yang mengatakan bahwa anak dari keluarga orang kaya itu akan menjadi miskin pada bebreapa generasi selanjutnya. Bukan karena kutukan, tetapi menurut saya itu adalah cara yang salah yang diberikan oleh orang tua kepada anak. Mungkin saja orang tua  yang kaya akan selalu menuruti keinginan anak, sehingga anak itupun tidak bisa mengatur keinginan dan kebutuhannya ketika dewasa. Untuk itu, kita yang berasal dari keluarga apapun, harus bisa menanamkan kebiasaan yang baik untuk anak kita sejak kecil. Seperti sebuah pepatah, Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar sesudah besar bagai melukis di atas air.

*Referensi:

hellosehat.com


6 comments

  1. Kak, blog mu keceh banget deh, ajarin dong mempercantik blog biar ga standar banget kaya blog ku

    ReplyDelete
  2. Menabung di bank biasanya untuk anak usia berapa? Ada tabungan anak yang Wadiah nggak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dari umur 5 tahunan Kaak.. Kalau di salah satu bank (tp bukan syariah), ada yg tanpa bunga. Kalau bank syariah yg wadiah kyknya utk anak belum ada..

      Delete